pergi makan siang perut lapar eh kejebak macet pula perut dah keroncongan bernyanyi tralala trilili nunggu bisa lolos dari jebakan macet, pikiran mencoba-coba menerka ada apa gerangan, ada showbiz apakah dijalan terik hari gini?, atau ada DJ Show di tengah jalan siang -siang begini?, usut punya usut ternyata di depan ada kecelakaan seorang gadis pula motornya nabrak kijang rover yang lewat nyelonong begitu saja. salah siapa?
banyak yang nyalahin si sopir kijang awalnya termasuk aku juga, tapi dia berkilah ” lha tadi wong lampu hijau menyala, ya saya jalan saja ” tapi lom nyampe 2 meter eh merah nyala lagi … dan di iyakan oleh pengendara lain dari arah yang sama dengan si kijang rover tadi. nah sapa yang salah, si kijang nyelonong karena lampu hijau ber DJ ria, dan si cewek jalan karena lampu hijau juga nyala dari arah samping
eh salah siapa?.
Bukan sekali ini ketemu Lampu lalin yang seperti lampu disco, nyala hijau merah hijau merah terutama di ujung jalan Sudirman di jalur Sibuk denpasar, terkadang ampe kita ikut ber-DJ ria, antara mo tancap gas ato ngerem, ini tanggung jawab siapa?
Dulu sering liat himbauan untuk tidak mencoret/merusak rambu lalu lintas eh ternyata sekarang si lampu lalin juga harus dihimbau balik untuk tidak ber-DJ ria, bingung penanganan Rambu-rambu lalu lintas ini tanggung jawab siapa? sering di koran-koran ditulis tentang statistik kecelakaan lalu lintas dalam sepekan/sebulan/setahun terakhir menemani berita tentang kecelakaan lalu lintas, dan disitu juga tertulis daftar ranking analisa penyebab kecelakaan lalu lintas, pengaruh alkohol, kelalaian pengemudi, tapi kenapa tidak ada tertulis karena kelalaian petugas? kelalaian Lampu Traffic light?
seharusnya diberi porsi seimbang, sehingga masyarakat juga dapet informasi yang jelas, jangan cuman salahnya di kelalaian pengendara doank, tapi kalo kelalaian petugas disembunyikan, takut di kritik? wong udah kebal telinga juga koq masih takut dikritik, meski kritik datang bertubi-tubi seperti lumpur lapindo juga ngga ada jaminan bakal ada tindakan segera. kecuali kalu ada kejadian yang merugikan si petugas nah disitu baru berkoar-koar a,b,c,d… ampe z (:|
Tolong lah bapak-ibu petugas yang berkompeten jangan cuman bisa duduk, diam , nonton, jalan-jalan ke mall, dan terima gaji, tugasnya di selesaikan juga dong. kami para pengguna jalan juga menyumbang untuk gaji anda :). semoga kali ini bisa tembus dan meresap di benak bapak dan ibu ngga cuman numpang lewat masuk telinga dan keluar ke telinga satunya.


















0 Responses to “Lampu Lalin Byar Pet, He Tanya Kenapa Lagi?”